Grumpy Toast
Home Photos Gallery
<body><script type="text/javascript"> function setAttributeOnload(object, attribute, val) { if(window.addEventListener) { window.addEventListener('load', function(){ object[attribute] = val; }, false); } else { window.attachEvent('onload', function(){ object[attribute] = val; }); } } </script> <div id="navbar-iframe-container"></div> <script type="text/javascript" src="https://apis.google.com/js/platform.js"></script> <script type="text/javascript"> gapi.load("gapi.iframes:gapi.iframes.style.bubble", function() { if (gapi.iframes && gapi.iframes.getContext) { gapi.iframes.getContext().openChild({ url: 'https://www.blogger.com/navbar/697647756848475995?origin\x3dhttp://alifanasilvana.blogspot.com', where: document.getElementById("navbar-iframe-container"), id: "navbar-iframe" }); } }); </script>

Senin, 30 Desember 2013

♥ Kesalahan Penulis Dan Kelemahan Penulis Pemula

  • Serangan Kata Sama

Dalam setiap workshop Kepenulisan Komunitas Bisa dan Asma Nadia kita selalu menekankan kesalahan penulis yang nyaris terjadi hampir pada semua penulis pemula, yaitu serangan kata yang sama.
Paling banyak serangan kata aku.
Misalnya:
Ketika Aku pulang ke rumahku, aku buka pintu rumahku dan kulihat adikku sedang tidur. (ada 5 ku)
Ini terlalu banyak aku buka atau serangan "ku"
Sebaiknya dihilangkan 'ku' nya
Ketika pulang ke rumah, ku buka pintu dan kulihat adik sedang tidur.

Jadi kalau membaca ulang tulisan kita coba lihat kata mana yang paling banyak di ulang.
Pada buku motivasi paling banyak kata Anda di ulang atau "serangan Anda"

  • Miskin Variasi Kata

Salah satu yang membuat sebuah tulisan membosankan adalah karena penulisnya miskin dalam memilih kata, sehingga terlalu banyak kata diulang padahal bisa ditulis dengan kata lain yang serupa.

Misalnya
Hari ini ibu pergi ke pasar, lalu pergi rumah sakit menjenguk bibi yang sakit, lalu ke kantor menemui ayah, lalu ke sekolah menjemput anak-anak.
Itu akan lebih baik jika:
Hari ini ibu pergi ke pasar, kemudian pergi rumah sakit menjenguk bibi yang sakit, setelah itu ke kantor menemui ayah, dan selanjutnya ke sekolah menjemput anak-anak.

Contoh lain:
Rita benci sekolah, setiap hari ia berusaha untuk menghindari sekolah, ia bahkan sering pura-pura sakit supaya tidak pergi ke sekolah.
Bisa dibuat varisasi
Rita benci sekolah, setiap hari ia berusaha untuk menghindari sekolah, gadis kecil itu bahkan sering pura-pura sakit supaya tidak pergi ke sekolah.


  • Kalimat Tidak Efektif

Kalimat tidak efektif membuat sebuah tulisan menjadi membosankan, membuang waktu pembaca, membuat kesan penulis suka bertele-tele.
Kita mengulang kata yang sudah ada, memberitahu sesuatu yang sudah diberitahu, memberi info yang sudah disampaikan sebelumnya.
Buatlah kalimat yang efektif, sehingga tulisan tidak terkesan sengaja dipanjangpanjangkan, dipuitispuitiskan, atau dipaksakan.

Contoh:
Ketika saya masuk ke dalam rumah saya, lalu melihat dengan mata saya, istri saya berselingkuh.
Tidak efektif karena:
Masuk ya ke dalam mau kemana lagi, jadi hilangkan saja ke dalam.
Melihat ya dengan mata dengan apa lagi, jadi hilangkan salah satunya.
istri saya, ya sudah jelas konteksnya di rumah tentu saja maksudnya istri saya masa istri orang lain.
Nah semua ketidakefektifan itu bisa dibuang menjadi, misalnya:
Ketika masuk ke rumah, saya melihat istri berselingkuh.
Atau boleh agak panjang buat penekanan:
Ketika masuk kerumah, dengan mata kepala sendiri, ku lihat istriku berselingkuh.
Terkesan tidak efektif tapi masih disengaja untuk menumbuhkan penekanan).
(tapi tetap masuk ke dalam, di buang).

Contoh kalimat tidak efektif lainnya:
Aku berjalan dengan kakiku.....(Mau puitis? Tapi berjalan kalau bukan dengan kaki pakai apa?)
Saya membeli banyak baju-baju (Banyak itu sudah jamak, ya pilih mau beli banyak baju atau beli baju-baju).


  • Menulis Sekaligus Mengedit

Salah satu kesalahan umum penulis pemula sehingga tulisan mereka tidak selesai-selesai adalah karena mereka menulis sekaligus mengangkat diri jadi editor. Untuk awal mula menulis, menulislah sebagai penulis, terus tulis dan jangan jadi editor dulu sampai selesai.

Semua tentu saja ingin tulisannya sempurna, tapi mengedit tulisan sebelum selesai bisa membuat kamu sama sekali tidak selesai menulis. Baru membuat paragraf kedua kamu berhenti tidak puas lalu kutak katik lalu kembali ke paragraf ke satu lalu kutak katik akhirnya kamu bosan, stres dan tulisan tidak selesai.

Karena itu untuk pemula, tulis saja terus, abaikan salah tulis, abaikan tanda baca, berlatih dulu untuk menulis sampai selesai. Kalau selesai baru baca ulang, lihat kesalahan kalau tidak puas boleh rombak, bahkan kadang penulis seniorpun bisa merombak sebagai besar tulisan yang sebenarnya sudah selesai, tapi itu biasa, yang penting sudah selesai dulu.
Pernahkah Mengalaminya?

  • Miskin Diksi Dan Kosa Kata

Salah satu kelemahan penulis pemula adalah miskinnya diksi atau pemilihan kata.
Seringkali kita terpukau dengan tulisan para sastrawan dan merasa mereka begitu piawai merangkai kata.
Sesuatu yang sulit ditemukan pada tulisan para pemula.
Apa yang membedakan?
Salah satunya adalah kelebihan para sastrawan dan penulis profesional adalah kejeniusan mereka memilih diksi.
Sederhananya diksi itu adalah pilihan kata, yang menurut kita paling tepat, representatif dan impresif, dari berbagai pilihan yang ada.

Saya akan memberi contoh.
Pada kalender Jilbab Traveler 2013, bulan Februari Asma Nadia menulis kalimat motivasi:
"Jilbab bukan hambatan bagi muslimah untuk mengembara di bumi-Nya yang luas"
Di mana diksi Asma Nadia bermain?
Di kata 'mengembara'.
Penulis biasa akan memilih kata berjalan-jalan, bepergian, berkeliling, dll.
Tapi Asma Nadia memilih kata 'mengembara' dan saya merasa itu adalah pilihan kata paling tepat. Kata 'mengembara' memberi nilai kemandirian, petualangan dan lebih nyastra.

Pada kalender yang sama, bulan Januari Asma Nadia menulis kalimat motivasi:
"Jilbab biarkan orang lain mencuri mimpimu"
Di mana diksi Asma Nadia bermain?
Di kata 'mencuri'.
Penulis biasa akan memilih kata menghambat, menghalangi, dll.
Tapi Asma Nadia memilih kata 'mencuri' dan saya sekali lagi mendukung itu adalah pilihan kata paling tepat. Kata 'mencuri' memberi nilai bahwa impian adalah hak setiap orang dan orang yang menghambat impian orang lain sama dengan mencuri hak mereka.
Asma memilih kalimat motivasi ini di bulan Januari sebagai pesan bahwa seluruh gambar yang ditampilkan pada kalender adalah simbol impian yang harus dikerjar.

Pada level yang lebih tinggi, pemilihan kata (diksi) bisa melampaui makna biasa.

Helvi Tiana Rosa, pada workshop menulis seringkali mencontohkan seorang sastrawan yang memilih kata merangkak untuk menggambarkan angin
"Angin merangkak masuk ke dalam kamarku..."
Itu diksi.
Orang umumnya mengatakan angin berhembus atau bertiup, tapi ia memilih merangkak.
Pada level tertentu, seorang penulis bebas memilih kata apapun. Tapi di sisi lain jika tidak tepat, mereka bisa dihujat atau dianggap tidak mengerti bahasa.
Di situ justru kelihatan siapa yang benar-benar menemukan diksi yang tepat dan yang sekedar mencari sensasi.

Pernah suatu saat Asma Nadia 'menegur' twit seorang pengusaha yang mengatakan
'Saya baru saja membakar anak-anak yatim'
Menurut Asma itu kurang sopan, terkesan kasar, apalagi obyeknya adalah anak yatim yang inferior dan lemah.
Sekalipun Asma Nadia sendiri tahu bahwa yang dimaksud pasti membakar semangat anak yatim, penulis yang terpilih sebagai tokoh perubahan Republika 2010 ini tetap merasa kurang pas.
Kebetulan si pentwit adalah pengusaha ayam bakar, jadi kesannya jadi lain.
Setelah mendapat cc dari penulis wanita best seller ini, akhirnya si pen-twit mengatakan lupa memberi tanda kutip pada kata "membakar" sebagai simbol bukan kata membakar sebagai makna asli.
Tapi tetap saja pemilihan kata membakar ini menjadi 'pertanyaan'.
Seandainya saja twit tersebut diganti 'saya baru saja membakar para menteri' dengan maksud sama, apakah pantas? Kalau ke menteri tidak sopan, ke anak yatim juga tidak sopan. Bagaimana menurut Anda?
Jadi diksi kadang juga menimbulkan masalah, karena itu kita harus benar-benar piawai bermain dengan diksi.
Kesimpulannya, diksi atau pemilihan akan membuat sebuah tulisan lebih berbobot, tapi jangan asal pilih kata sekedar cari sensasi.
Kita harus berani bereksplorasi, ambil risiko untuk sebuah tulisan yang bagus, memilih kata kata yang unik, tepat tapi inspiratif.

Berani coba?
 


  • Terlalu Banyak Karakter Atau Terlalu Sedikit
Menentukan berapa jumlah tokoh karakter dalam sebuah cerpen atau novel merupakan salah satu pertimbangan yang harus dipikirkan oleh seorang penulis.

Salah satu kelemahan penulis pemula adalah mereka tidak mempertimbangkan berapa banyak jumlah karakter yang perlu ditampilkan dalam cerpen atau novel.
Padahal itu sangat penting sekali.

Misalnya satu kelurga ada ayah ibu dan anak. Tapi dalam cerpen ketika sedang mengisahkan hubungan anak dan ibunya, sosok ayah tidak perlu ditampilkan bahkan terkadang tidak perlu dijelaskan ada di mana masih ada atau tidak bercerai atau meninggal. Kalau memang tidak dibutuhkan, ya abaikan saja.

Ketika Adam Putra Firdaus (8 tahun), putra kami, mulai menulis Mostly Ghostly, ia berdiskusi dengan bundanya, Asma Nadia, berapa tokoh yang ingin ditampilkan.

Bukunya merupakan cerita anak-anak yang setiap kali ada isu hantu maka mereka justru menelusuri dan membuktikan itu hantu atau bukan. Tujuannya agar anak-anak Indonesia tidak takut hantu.

Nah setelah diskusi cukup panjang, akhirnya Adam dan bundanya sepakat tokohnya hanya 3 orang saja.
Kenapa? Karena kalau 4 atau lima terlalu banyak. Sedangkan buku tersebut berisi beberapa kisah pendek berseri yang terlepas satu dan lainnya, jadi kalau tokohnya banyak akan makan waktu, setiap orang perlu dialog setiap orang butuh dijelaskan melakukan apa ketika berada di mana.
Kenapa tidak 2, nanti terlalu sedikit sehingga akan sulit memberi bumbu konflik.
Kalau satu, juga terlalu sedikit sehingga sulit memberi bumbu humor.
Memang Adam suka memberi bumbu humor pada cerpennya, dan jumlah tiga orang menjadi mungkin karena Adam tinggal memasukkan salah satu dari mereka punya karakter yang lucu.
Alhamdulillah, keputusan itu tepat, buku ini sangat diminati anak-anak, dan pembaca anak-anak banyak yang mengatakan buku ini lucu, bahkan sudah 3 produser yang berminat untuk mengangkatnya ke layar lebar (insya Allah).
Adam bahkan melanjutkan dengan buku kedua Mostly Spooky.
Kalau tokohnya 4 atau 6 orang mungkin kisah ini akan jadi terlalu panjang dan membosankan.

Ketika Asma Nadia membuat cerpen Emak Ingin Naik Haji, yang kemudian diangkat dalam layar lebar, Asma juga mempunyai pertimbangan kenapa Zen sang anak adalah anak tunggal.
Kenapa?
Kalau anak emak banyak, emak tinggal minta anaknya patungan atau bisa saja salah satu anaknya sukses dan bisa menghajikan ibunya. Jadi konfliknya tidak wajar.
Justru cerita ini menjadi wajar karena Zen adalah putra satu-satunya dan harapan satu-satunya.
Emak juga dibuat hidup tanpa suami (janda), karena kalau emak masih punya suami ya suaminya dong yang menghajikan istrinya.
Karena itu memutuskan bahwa Zen adalah anak tunggal dan Emak adalah single mother merupakan hasil pertimbangan matang agar sebuah cerita menjadi kuat.
Cerpen Emak ingin naik haji bisa dibaca dalam buku Ummi terbitan Republika (Kumpulan cerpen dan novelet Asma Nadia tentang ibu).

Saya sendiri pernah membaca naskah peserta lomba penulisan cerpen.
Di sana banyak sekali penulis yang memasukkan karakter asal tempel.
Misalnya:
Rita adalah siswa SMU yang sangat populer. Ia mempunyai genk ngetop yang beranggotakan 6 gadis cantik, Siska, Tia, Dita, Ajeng, Vina dan tentu saja ia sendiri.
Lalu di cerita tersebut dibahas konflik antara Rita dan Tia, sedangkan lainnya hanya tempelan. Padahal kalau satu genk tiga orang saja cerita tersebut tetap mengalir.
Jadi kisah itu kebanyakan tokoh sehingga hanya tokoh tempelan.

Apa itu tokoh tempelan?
Tokoh yang kalau kita cabut dari cerita, maka tidak memberi pengaruh apa-apa, karenanya dihilangkan saja.

Jadi intinya, kalau mau menulis cerpen atau niovel, pikirkan berapa tokoh yang kita ingin masukkan. Jangan kebanyakan jangan pula terlalu sedikit.


  • Inkonsistensi Kata Ganti

Coba perhatikan apa yang salah dalam tulisan ini:
Saya baru saja mengalami pengalaman yang sangat menakutkan.
Barusan di kantorku ada perampokan, jumlah perampoknya ada tiga dan semua bersenjata api.
Sebenarnya sejak kecil Aku sudah belajar ilmu bela diri tapi menghadapi senjata api di depan mata, rasanya semua ilmu yang saya pelajari hilang.

Tahu kan apa yang salah?
Inkonsistensi kata ganti.
Di awal penulis menggunakan kata 'saya', lalu di tengah pakai 'aku', lalu pakai 'saya' lagi, kemudian ada 'aku' lagi.

Inkonsistensi kata ganti adalah salah satu kesalahan yang seirng dilakukan penulis pemula.

Sebenarnya boleh saya kadang kita pakai 'saya' lalu pakai 'aku', tapi itu ketika dalam dialog.
Misalnya:
Saya baru saja bertemu perampok, ketika dia menodong dan minta uang, saya bilang,
"Aku tidak punya uang!" dan saya langsung memukul perampok tersebut, dan dia roboh.
Ini boleh karena pemakaian aku dalam dialog dan saya dalam narasi.

Dalam buku istana kedua (sayang bukunya sedang habis di pasaran), Asma Nadia secara piawai menggunakan pemakaian Aku dan Saya sebagai penceritaan dengan sudut pandang orang pertama. (Ingat ya cerita bisa dari point of view orang pertama - saya, aku- atau orang ketiga - dia atau nama).

Tapi yang menarik dalam buku istana kedua ini, ternyata saya dan aku itu adalah sudut pandang dua orang yang berbeda. Pendekatan ini jarang di temukan di novel-novel lain. Pendekatan yang sangat brilian dari Asma Nadia (maklum novel ini dibuat selama 6 tahun).
Karena itu wajar Buku ini sempat menjadi buku terbaik dalam Islamic Book Fair.
Sabar ya, kalau mau baca buku ini, baru mau di republish beberapa bulan ke depan.

Nah kalau menulis maka perhatikan konsistensi kata ganti, kalau 'aku' ya 'aku' terus, kalau 'saya' ya 'saya' terus.

Tetap semangat ya...


  • Terjebak Detail Yang Tidak Penting

Dalam sebuah tulisan, terutama cerpen, jumlah kata terbatas, karena itu pastikan setiap kalimat atau memang benar-benar penting.
Sebenarnya ini juga berlaku di novel maupun tulisan non fiksi.

Misalnya begini.
Sejak kecil ayahku suka bela diri.
Bahkan di ruang tamu dipajang dua bilah pedang samurai yang terpasang rapih bersilangan. Setiap liburan ayah menurunkan kedua pedang samurainya, melap dan memastikan pedang asli jepang tersebut tetap tajam dan bersinar.
bla...bla...bla...

Lalu hari itu datanglah.
Segerombolan perusuh masuk ke komplek rumah kami. Mereka merusak apa saja yang mereka lewati. Termasuk rumahku.
Kami semua bersembunyi. Untung saja kami punya ruang rahasia di bawah tanah.
bla...bla...bla...

Hari sudah gelap, tidak ada suara.
Nampaknya suasana sudah aman.
Kami semua keluar dari persembunyian. ternyata sudah banyak polisi dan petugas keamanan, dan situasi sudah kembali aman.

TAMAT.

Apa yang salah.
Penulis menceritakan tentang pedang, asli Jepang, diasah terus, mengkilat, ayahnya bela diri, tentunya pembaca berharap ada kepentingan atas detail tersebut.
Entah ayahnya menggunakan pedang untuk mengusir perusuh atau melakukan hal-hal yang menakjupkan dengan pedang tersebut.
Tapi ternyata sampai akhir, pedang itu tidak dibahas lagi dan tidak ada pengaruh apa-apa terhadap cerita. Bahkan tidak diceritakan apakah ayah bersembunyi membawa pedang atau apakah akhirnya pedangnya hilang diambil perusuh.
Nah ini yang namanya detail tidak penting.
Kita memasukkan suatu paparan panjang yang sampai akhir cerita ternyata tidak terpakai.

Kesalahan penulis pemula, sering memberikan info atau keterangan sekedar tempel saja, tanpa ada gunanya hingga cerita berakhir.

Tentang detail ini saya sangat terkesan ketika membaca cerpen Asma Nadia yang berjudul "Cinta Begitu Senja" cerpen yang ada di buku kumpulan Cerpen Emak Ingin Naik Haji."
Kisah tentang perasaan cinta yang bertahan lama sekalipun muncul sejak masa kanak-kanak.

Di dalam kisah itu digambarkan Fajar sang bocah yang sering membantu Senja (gadis tetangga).
Salah satunya ia sering mengembalikan bola bekel yang memantul nyasar kerumahnya. Ia selalu mengantarkan bola bekel yang nyasar ke rumahnya ke rumah Senja.
Kelihatannya simple, tetapi detail ini ternyata penting dan bukan sekedar tempelan.
Di pertengahan cerita kita baru akan sadar bola bekel tersebut bukan sekedar contoh saja.
Tapi saya tidak bisa ceritakan detail bagaimana Asma menyembunyikan detail bekel itu, karena nanti mengurangi kenikmatan membaca cerpen tersebut.
Tapi cerpen itu bagus untuk memahami betapa sebuah detail tidak terasa menjadi sebuah kunci dalam sebuah cerita.
Buat yang sudah membaca tentu mengerti maksud saya.

Intinya, ketika menulis, pastikan info atau detail yang ada ada gunanya bukan sekedar tempelan yang kalau dihilangkan tidak berpengaruh apa-apa.


  • Terbebani Ide Dasar

Banyak yang mengira cerpen hebat harus memuat ide besar.
Kisah menjadi kuat kalau melibatkan peristiwa besar.
Padahal tidak demikian kenyataannya.
Banyak film-film besar biaya mahal kandas di pasaran dan menjadi cemoohan.
Sebaliknya ada film dengan ide sederhana tapi karena unik dan menyentuh sukses dalam berbagai ajang bergengsi, misalnya film Children of Heaven dari Iran.
Filmnya sederhana dan idenya juga sederhana, hanya seorang anak miskin yang ingin mempunyai sepatu baru karena sepatu lamanya yang usang hilang. Ia harus gantian dengan adiknya tukar pinjam sepatu kalau sekolah.
Sekalipun sederhana karena penggarapannya unik, film ini memenangi berbagai ajang film di dunia.

Sebaliknya saya pernah membaca kisah anak-anak.
Mereka bercerita tentang invasi alien ke bumi dalam sebuah cerpen.
Sebuah peristiwa yang menentukan hidup matinya populasi manusia.
Bukankah ini peristiwa besar?
Tapi bayangkan, peristiwa begitu besar harus diselesaikan dalam beberapa lembar A4. Tentu saja cerita menjadi tidak kuat.
Wajar saja itu karya anak-anak jadi buat pembelajaran boleh-boleh saja.

Asma Nadia dalam bukunya "Sakinah Bersamamu" mengangkat satu ide yang sangat sederhana tapi sangat menarik.
Judulnya "Rahasia Mas Danu." Idenya sangat sederhana. Tentang seorang suami yang sangat tidak romantis sampai-sampai tidak berani mengucapkan I love You ke istrinya, dan sang istri membujuk berbagai cara agar sang suami berani bilang I love You. Idenya sederhana tapi unik, ditambah dengan penggarapan yang menarik membuat ide sederhana ini menjadi kuat.

Bahkan buku yang dipilih sebagai buku favorit Good Read Indonesia 2012 ini, kalau kita perhatikan isinya ide-ide sederhana dalam masalah rumah tangga, yang akrab dengan keseharian.

Pada buku yang merupakan salah satu buku paling laris tahun 2011-2012 serta sudah dicetak ulang sebanyak 14 kali ini, kita bisa menemukan kisah sederhana seperti; anak kecil yang didik orang tua untuk berbohong setiap kali ada debt collector datang, ibu tukang gosip yang kena batunya dan berbagai ide sederhana lainnya yang terjadi sehari-hari.

Justru kesederhanaan itu yang membuat buku menjadi 'bacaan wajib suami istri' kata para pembacanya. Apalagi disetiap cerita diberi tambahan artikel ulasan penulis tentang masing-masing cerpen, sehingga buku kumpulan cerpen ini tidak hanya menghibur tapi juga mendidik.

Jadi jangan remehkan ide-ide yang sederhana karena itu bisa menjadi besar.

Salah satu member Komunitas Bisa Menulis juga punya ide sederhana tapi menarilk dalam cerpennya 'Kembalinya Garuda Buntung.' Idenya tentang seorang pria yang mati-matian mencari cara memakai uang ribuan yang robek sedikit yang dimilikinya dan ditolak di mana-mana, sampai akhirnya berhasil ia berhasil membelanjakannya. Sialnya beberapa waktu kemudian uang robek tersebut kembali padanya dan dia mencari cara lagi menggunkan uang tersebut.
Idenya menarik, tinggal eksekusinya. Saat ini cerpen tersebut masih banyak dikritisi di forum group ini (lihat kritki cerpen 4).

Intinya, jangan terpaku hanya pada ide-ide besar.
Jika kita menemukan ide sederhana tapi menarik, itu sudah cukup untuk membuat kita jadi penulis besar.
 
 
 



  • Mendefinisikan Secara Herbal

Berbeda dengan karya ilmiah atau buku pelajaran, karya non fiksi cerpen atau novel harus menghindari kalimat yang bersifat mendefinisikan. Kalimat seperti: ini adalah, itu merupakan, dia bersifat, berupakan kata-kata yang sejauh mungkin dihindarkan.

Misalnya begini.
Kita (Aku) ingin menceritakan karakter tokoh. Tokoh itu adalah tante kita (aku), bernama Tante Erna, adik ibu yang berusia hampir 40 tahun dan belum menikah. Tokoh ini punya kebiasaan unik, yaitu kadang menghilang (beberapa waktu) dan ketika muncul sudah ganti penampilan.

Penulis pemula yang mungkin dengan mudah memilih cara definitif.
Misalnya - opening:
Ibuku mempunyai adik berusia 40 tahun. Namanya Tante Erna. Ia belum menikah. Ia mempunyai kebiasaan yang unik, yaitu: menghilang dan ketika muncul sudah ganti penampilan.

Coba perhatikan, hampir setiap kata merupakan definisi verbal.

Bagaimana membuat ide yang sama tapi tapi lebih menarik dan tetap memberikan info yang sama tanpa terlihat memberikan definisi.
Mari kita simak cara Asma Nadia membuka openingnya dalam cerpen "Gaya Gaya Tante Erna" yang ada dalam buku Best seller "Sakinah Bersamamu"

Judul: Gaya-Gaya Tante Erna
Opening:
Adu dua hal yang unik dari Tante Erna yang kucatat dalam hati. Adik Mama yang belum menikah, meski usianya mendekati empat puluh tahun itu, memang lain dari yang lain.
Pertama, kebiasaannya menghilang untuk beberapa lama dan hadir di rumah dengan kejutan-kejutan bagi kami semua.
Yang kedua, setiap kali habis menghilang...pasti ada yang berubah dari penampilannya.
Dst.

Coba bandingkan, tulisan Asma Nadia sekalipun berawal dari ide yang sama tapi ketika ditulis dalam cerpen tidak terlihat sama sekali Asma sedang mendefinisikan sesuatu, tapi semua info bisa diterima pembaca.

Nah sekarang kita harus sering melatih untuk menyampaikan suatu definisi atau keadaan atau sifat tertentu tanpa harus terlihat seperti definisi.



  • Memasukkan Karakter Pribadi ke Semua Tokoh di Tulisannya 

Dalam sebuah launching, Asma Nadia diundang sebagai panelis yang diminta untuk mengkritisi karya salah seorang penulis novel yang baru saja menelurkan novel pertamanya.

Sekalipun secara sekilas karya novel tersebut bisa dikatakan bagus, tetapi ada kekurangan yang menyolok terhadap novelnya.
Apa kekuarangannya?
Hampir semua tokoh dalam novel tersebut cerdas, berwawasan, dan kritis.

Kok bisa?
Ternyata, latar belakang sang pengarang adalah pemikir yang memang dikenal cerdas. Ia juga wartawan handal di media ternama, dan ketika mahasiswa ia dikenal sebagai konseptor yang cemerlang.
Nah masalahnya, seluruh keunggulan pribadi si penulis tersebut, tanpa sadar masukn dalam karakter tokohnya.

Ketika menggambarkan tokoh pembantu ruma tangga, ia menyajikan tokoh pembantu yang sangat cerdas, kritis dan berwawasan. Dialog yang keluar dari pembantu tersebut sangat berwawasan.
Ketika ia menulis tentang buruh, juga demikian. Buruhnya sangat cerdas, argumentatif dan berwawasan.
Ketika menuliskan kisah cinta suami istri juga keduanya sama-sama cerdas, sehingga dialog dan perdebatan antara keduanya sangat kaya pengetahuan.
Tanpa sadar penulis memasukkan dirinya ke semua karakter.

Karena itu ketika kita membuat sebuah karakter dalam tulisan, kita harus menjadi orang lain, harus menjiwai karakter tersebut sehingga pembaca percaya pada karakter yang kita ciptakan.

Mungkin kita adalah lulusan SMA, tetapi kalau sedang menulis tentang karakter seorang dokter, ya harus riset, sehingga apa yang kita tulis dan katakan benar-benar terasa seperti keluar dari mulut seorang dokter.

Jadi kita harus bisa menyesuaikan diri dengan sesuai kebutuhan karakter, itu berarti menurunkan keilmuan atau menaikkannya, dan mengatur emosi kita mengikuti karakter yang ada.
 



  • Asal  Tempel

Dari sebagian besar naskah cerpen yang saya baca, ada kesalahan yang menyolok yang banyak dilakukan penulis pemula yaitu 'asal tempel'.

Banyak penulis asal masukkan info tanpa ada kaitan penting dalam cerita.

Ada yang asal tempel tempat.
Dia adalah lulusan Amerika - tapi tidak ada hub apa apa dengan cerita.
Pacarku mempunyai rumah di Tanggerang, aku bertemu dengannya karena dikenalkan temannya yang tinggal di Kerawang.
Jauh jauh ia mau menemuiku (tapi tidak dijelaskan aku di mana dan dia dari mana).

Ada yang asal ngomong jumlah.
Suamiku dijadikan tersangka atas kasus korupsi bernilai triliunan rupiah (Padahal di kisah itu suami kerjanya cuma supir). Please deh, kalau korupsi triliunan mah minimal menteri.


Asal nyebut nama.
Rini masuk kelas, ia langsung duduk di kursinya. Di depan tampak Rudi dan Rama bercakap-cakap. Ada juga Danu yang sibuk membaca. Lalu sampai akhir cerita semua yang disebut namanya tidak dibahas sama sekali. Namanay sekedar tempelan.

Ibu menyiram bunga di taman. Bunga mawar merah, kuning, biru semua bermekaran. Padahal tidak ada mawar warna biru.
Asal nyebut warna tanpa pengetahuan atau tanpa membayangkan akibatnya ngaco.

Intinya, kalau kamu memberi info dalam tulisan pastikan itu tidak asal ngomong. Minimal ada proses berpikir dan basis data dan kepentingan.

Kalau menyebut nama tempat pikirkan kenapa tempatnya di sana.
Kalau menyebut orang pikirkan perlu diberi nama atau sekedar figuran tanpa nama cukup aktivitasnya.
Kalau menyebutkan jumlah pikirkan yang wajar berapa.
Kalau menyebutkan jarak pikirkan jauh atau pendeknya.
Kalau menyebut harga pilih nilai yang wajar.
Jangan asal ngomong, kalau perlu riset.
Ini yang membedakan penulis profesional atau asal ngecap saja.



Oleh: Isa Alamsyah
Sumber

Label:


0 Comment(s)

I AM GRUMPY TOAST.
00.01

Minggu, 29 Desember 2013

♥ Hambatan Menulis

  • Hambatan Menulis No.1 Menunggu Sempurna
 
Salah satu kenapa sebuah tulisan tidak kunjung selesai adalah karena kita menunggu tulisan sempurna.Kalau semua penulis menunggu sebuah tulisan sempurna, baru menganggap sebuah tulisan selesai, maka di dunia ini tidak ada karya tulis sama sekali.Kenapa?Karena tidak ada yang namanya tulisan sempurnya.Sebenarnya tidak ada yang sempurna, kecuali Tuhan.Dulu orang mengira kuda adalah kendaraan sempurna, setelah ada mobil kuda ditinggalkan.Lalu manusia mengira mobil adalah yang sempurna tapi kemudian ada kereta dan pesawat.Nanti akan ada lagi kendaraan yang lebih sempurna dari apa yang ada saat ini.

Begitu juga tulisan.Kalau kita menunggu sempurna sebuah tulisan maka tidak akan pernah selesai.Pasti akan ada cara lebih baik yang bisa kita lakukan.Karena itu menulislah, dan selesaikanlah. Jangan menunda-nunda karena menunggu sempurna.Karena tulisan yang selesai bisa dinikmati bisa di publish, yang belum sempurna hanya tersimpan di harddisk.Kalaupun nanti tulisan kita dikritisi biarkan saja, toh itu baik untuk memperbaiki diri.

Saya teringat beberapa hari lalu Asma Nadia tertawa sendiri membaca tulisannya.Asma sedang mempersiapkan buku Jangan Jadi Muslimah Nyebelin (new version) yang akan segera terbit - versi terbaru yang lebih lengkap dari Jangan Jadi Muslimah Nyebelin versi lama yang sudah tidak ada di pasaran.

Yang membuat Asma tertawa adalah karena mengetahui betapa tulisan sendiri di Jangan Jadi Muslimah Nyebelin versi lama banyak sekali kekuranganya.Sekalipun buku tersebut sudah terjual puluhan ribu bahkan mungkin ratusan ribu kopi, ternyata ada saja kesalahan.Padahal dulu buat Asma sudah yang terbaik.Kini buku versi terbarunya sudah jauh-jauh llebih baik dari versi lamanya.Tap mungkin saja beberapa tahun mendatang Asma Nadia akan tertawa lagi melihat update yang sekarang ini, yang ternyata di masa depan disadari masih kurang sempurna.Jadi kesempurnaan itu pada dasarnya adalah proses, never ending process.

Kita harus sadar tidak ada yang namanya sempurna.Kita memang harus melakukan yang terbaik, tapi bukan berarti menunggu sempurnad dan tidak menghasilkan apa-apa.Mulailah menulis. Lakukan yang terbaik dan selesaikan, lalu publikasikan.Jangan tunggu sampai sempurna tapi akhirnya tidak pernah selesai.

Mobil Ferrary memang mahal dan cepat, tapi kalau belum selesai dibuat dan belum bisa jalan, dengan bajai kita bisa sampai duluan di tujuan.Sadis ya perumpamaannya, pkoknya ngerti lah. Iya kan?:)
  • Hambatan Menulis No.2 Takut Salah

Salah satu kenapa sebuah tulisan tidak kunjung selesai adalah karena kita takut salah. Kalau dalam karya non fiksi, kadang kita takut salah berpendapat, salah teori, salah ide, salah opini dan salah-salah lainnya.Kalau dalam karya fiksi, mungkin kita takut salah gaya bahaya, salah tata bahasa, dll.

Kabar buruknya, takut salah adalah sesuatu yang diajarkan di sekolah. Padahal salah adalah bagian dari pembelajaran kehidupan.Kalau salah kita dapat nilai merah, dimarahi guru, akhirnya juga orang tua.Lebih parah lagi dalam banyak kesempatan, di sekolah kita juga tidak boleh berpendapat.Saya ingat dulu ada soal seperti ini:"Menurut pendapat kamu apakah kita boleh....bla..bla..bla"Setelah saya, sebagai murid menjawab ternyata jawabannya salah.Padahala soalnya kan menurut pendapat kamu (saya), jadi harusnya jawaban apa saja benar dong. Kan pendapat saya.Kalau soalnya "Menurut pendapat ibu/ bapak guru apakah kita boleh....bla..bla..bla..nah itu baru kita kalau beda pendapat boleh salah.Ok itu intermezo sajaIntinya kita sudah dididik di sekolah untuk takut salah, akhirnya kita tidak berkarya dan takut mencoba.

Kabar baiknya, sebenarnya pasar tidak peduli...dunia nyata tidak peduli...Kalau mereka suka, kalau mereka setuju, kalau mereka percaya, ya kita sukses.Kamu boleh saja salah.Bahkan banyak penulis besar yang berbuat kesalahan dalam tulisannya, tapi mengubah dunia.Charles Darwin membuat tulisan yang mengubah dunia.Teorinya, manusia adalah hasil evolusi berjuta tahun dari monyet lalu menjadi manusia purba akhirnya jadi manusia.Yang menentang sebagian besar adalah golongan agama tanpa bukti ilmiah, sekalipun Darwin pun tidak punya bukti ilmiah juga (Lihat kan, gak punya bukti tapi pede kan!Akhirnya Harus Yahya yang mempublikasikan pembatalan teori Darwin. Pemikir Turki tu membuktikan fosil kepiting yang berusia 30 juta tahun sama dengan kepiting sekarang, tidak ada evolusi. Dan fosil lainnya juga tidak berubah bentuk Jadi Darwin dulu salah, tapi pede aja.Di Inggris, dulu ada seorang pemikir yang membuat teori menyeramkan. London dalam beberapa tahun kedepan akan menjadi tumpukan kotoran tahi kuda, karena banyak orang makin kaya dan makin banyak orang berkendaraan kuda di kota dengan tahi berserakan di mana-mana. Lonon akan jadi tumpukan tahi akibat transportasi kuda. Ternyata beberapa tahun kemudian mobil ditemukan dan teorinya basi.Padahal sebelumnya dianggap menyeramkan.

Pada tahun1798 pendeta Inggris bernama Thomas Robert Malthus menerbitkan sebuah buku walau tipis namun mengubah dunia.Judulnya An Essay on the Principle of Population as it Affects the Future Improvement of Society. Pemikir Inggris ini mengeluarkan teoori yang menyeramkan.Dunia akan hidup dalam kelaparan arena penduduk bertambah sesuai "deret ukur" (misalnya, 1, 2, 4, 8, 16 dan seterusnya) sedangkan persediaan makanan bertumbuh secara "deret hitung" (misalnya, dalam deret 1, 2, 3, 4, 5, 6, 7 dan seterusnya). Karena itu makanan tidak akan bisa memenuhi kebutuhan manusia.Lalu ia menambahkan, cara agar manusia selamat dari kelaparan maka harus dicari tanah baru, atau terjadi penyakit (mati masal) dan perang.Tulisannya menimbulkan kepanikan, orang-orang Inggris memilih pindah ke tanah baru (Amerika) untuk masa depan anak-anak mereka, kabarnya setengah orang Inggris lari ke benua baru tersebut.Ternyata sekarang ada yang namanya diversifikasi lahan, bibit unggul sehingga dengan lahan sama kita bisa menghasilkan makanan berlipat. Bahkan kini banyak makanan terbuan.Teorinya basi, salah besar tapi sudah mengubah peta dunia.

Jadi pede aja kalau mau menulis atau mau sampaikan salah opini.Apalagi kalau niatnya untuk kebaikan.Toh kalau salah bisa diperbaiki, dan bisa direvisi.Mungkin hadis ini bisa juga menjadi bahan inspirasi.

Nabi Muhammad bersabda : “Apabila seorang hakim menetapkan hukum dengan berijtihad, kemudian dia benar maka ia mendapatkan dua pahala. Akan tetapi, jika ia menetapkan hukum dalam ijtihad itu salah maka ia mendapatkan satu pahala.” (Muslim)
 
Oleh: Isa Alamsyah
Sumber 

Label:


0 Comment(s)

I AM GRUMPY TOAST.
23.23

Kamis, 03 Oktober 2013

♥ Sakit Perut Saat Menstruasi?

Sakit perut hebat saat hari pertama menstruasi bikin kita sering nggak bisa beraktivitas secara maksimal. Apakah kita salah satu cewek yang mengalami sakit perut saat menstruasi atau yang dikenal dengan endometriosis ini?
Satu dari 10 wanita menderita endometriosis yaitu penyakit karena darah menstruasi tidak bisa keluar sebagaimana mestinya. Jadi, darah tersebut akhirnya mengendap, menempel, dan menyebabkan nyeri hebat. Jika didiamkan, darah bisa-bisa mengendap hingga paru-paru, usus, bahkan otak lho! Parahnya lagi, penyakit ini bisa menyebabkan penurunan kualitas hidup, sulit memiliki keturunan, hingga kematian. Berikut ciri-ciri penyakit ini.

Darah menstruasi terlalu banyak atau terlalu sedikit
Darah mens yang terlalu banyak, justru bisa menjadi salah satu tanda kamu menderita penyakit ini, begitu pula sebaliknya. Normalnya, wanita mengalami datang bulan selama tujuh hari dalam sebulan. Terlalu cepat atau terlalu lama juga bisa menjadi ciri dari penyakit ini.

Nyeri hebat di perut
Saking banyaknya cewek yang mengalami, nyeri saat menstruasi dianggap hal normal. Padahal asumsi ini salah. Nyeri ini disebabkan oleh darah yang mengendap pada wilayah yang salah, dan menyebabkan luka di tempat tersebut. Ternyata bukan hanya sakit perut saja yang menjadi ciri. Beberapa diantara penderita ada yang sampai mimisan (darah mengendap di paru-paru), berdarah saat BAB (darah mengendap di usus besar), hingga pingsan (darah mengendap di otak).

Cara mencegah endometriosis:


  • Jaga berat badan dengan pola makan yang baik. Orang yang terlalu gemuk atau terlalu kurus, sangat rentan mengalami endometriosis.
  • Hindari diri kita dari polusi udara. Makanan yang sudah terkena polusi, juga bisa menurunkan daya tahan tubuh kita dan membuat kita rentan mengalami penyakit ini.
  • Olahraga teratur dan cukupi kebutuhan vitamin dan serat.
Sumber

Label: ,


0 Comment(s)

I AM GRUMPY TOAST.
07.36

Sabtu, 15 September 2012

♥ Hati-Hati Menggunakan Gadget...!

Saat Menggunakan WI-FI (Wireless Fidelity)

  • Teknologi wi-fi untuk jaringan internet mengirimkan radiasai magnetik 35 mili-watt sampai 200 mili-watt yang dapat memicu pertumbuhan sel tubuh. Internet yang menggunakan teknologi wi-fi bisa meningkatkan suhu tubuh sebanyak 1 derajat, akibatnya kita kurang konsentrasi, merasa mual dan pusing.
  • Batasi frekuensi wireless di rumah dan matikan router saat tidak dipakai lagi.

Saat Menggunakan Handphone

  • Jangan terlalu lama ngobrol menggunakan HP karena penggunaan HP selama 2 menit sudah menunjukkan perubahan aktifitas elektrik alami dalam otak.
  • Menggunakan headset yang dihubungkan pada HP bisa menarik medan elektromagnetik dan memusatkannya dalam saluran telinga.
  • Hindari penggunanan HP di ruangan tertutup yang berbahan logam, seperti lift atau mobil ! Karena logam tersebut menangkap radiasi dan memantulkannya kembali ke pengguna HP.
  • Terlalu sering ber-SMS atau BBM-an bisa melemahkan ibu jari dan menyebabkan cedera akibat tekanan berulang. Gunakan jari secara bergantian saat mengetik pesan.
  • Matikan HP di malam hari karena gelombang elektromagnetiknya bisa membuat sakit kepala dan sulit tidur.
Menggunakan Ipod dan MP3 Player.

  • Gunakan iPod atau MP3 Player dengan batasan 60% dari volume maksimumnya selama sejam saja dalam sehari. Semakin tinggi volume suara, makin pendek waktu untuk mendengarkannya. Jiika orang lain di dekat kita bisa mendengarkan musik yang kita dengarkan, berarti volumenya sudah terlalu keras.!
  • Ear bud headphone kurang efisien untuk meredam suara dari luar. Gunakan sound isolating earphone atau muff type yang bisa meredam suara dari luar!
Main game, nonton video di iPod atau MP3 Player jika penggunaannya melebihi batas satu jam per hari bisa membuat otot mata berkedut dan mata jadi tegang.

Label: , , ,


0 Comment(s)

I AM GRUMPY TOAST.
23.37

♥ Tips Mengembangkan Motivasi

1. Temukan hal yang menyenangkan dan menurutmu menarik.
2. Lakukan semua hal dengan perasaan ringan.
3. Hadapi masalah dengan tersenyum.
4. Cari sesuatu yang menarik dari tiap hal yang kamu lakukan.
5. Cobalah melakukan hal baru (jangan takut)
6. Manfaatkan setiap kesempatan, terutama sesuatu yang belum pernah kamu coba.
7. Pelajari keterampilan yang menarik hatimu.
8. Memperluas cakrawala dengan memperbanyak baca.
9. Baca biografi tokoh-tokoh terkenal, shirah nabawiyah, hadits dan AL-Qur'an.
10. Berdzikir, ingatlah ALLAH SWT selalu.
11. Banyak-banyak berdo'a, tingkatkan ibadah.
12. Jangan cepat marah, biasakan berperilaku positif.
13. Selalu belajar (misalnya belajar dari pengalanmu atau pengalaman orang kain)
14. Berusaha mengukir prestasi, jangan menyerah.
15. Ikuti lomba, jangan merasa rendah diri bila kalah.
16. Memperluas pergaulan (tapi harus hati-hati saat bergaul)
17. Ngobrol dengan orang yang berlatar belakang unik.
18. Mengikuti ceramah, seminar, diskusi atau pelatihan dengan topik yang menurutmu menarik.
19. Menulis. Ini akan membuat idemu lebih konkret dan terlihat.
20. Selalu berfikiran positif, buang hal-hal negatif dari apa yang kamu pelajari.

Nah, semoga bermanfaat dan semoga kamu bisa mendapatkan motivasi yang besar untuk memajukan Indonesia,

Label: ,


0 Comment(s)

I AM GRUMPY TOAST.
23.33

♥ Sedang Ada Masalah ?

Jika kamu merasa kesal, bingung, lelah, sedih, atau bahagia, coba tanyakan tiga pertanyaan ini kepada dirimu :

1. Apa yang sedang saya rasakan? Apakah itu positif atau negatif ?
2. Apa yang sedang saya pikirkan? Apakah saya bisa menjelaskannya?
3. Apa yang sedang saya butuhkan? Apakah itu penting?

Pertanyaan itu akan membuatmu 'Melek Emosi', sehingga kamu akan mudah menyelesaikan masalahmu.

Oya, yang dimaksud emosi bukan berarti marah atau kesal. Saat kamu tersenyum, tertawa, kaget, menagis atau mondar-mandir karna bingung, berarti kamu menunjukkan emosimu. Jadi, yang namanya emosi bukan berarti marah saja, senang dan sedih juga termasuk emosi, lho.

Label:


0 Comment(s)

I AM GRUMPY TOAST.
23.31

♥ Minuman Sehat Untuk tubuh

Tahukah Kamu? Minum teh setelah makan dapat menghambat penyerapan zat dalam tubuh hingga 80%, karena daun teh mengandung asam yang tinggi. Teh atau kopi yang mengandung kafein kurang baik jika diminum bersamaan dengan makanan yang mengandung zat besi. Jarak waktu saat minum teh dengan makanan yang mengandung zat besi setidaknya 3 jam. Minuman yang mengandung vitamin C baik diminum setelah makan makanan yang ber-zat besi. Vitamin C dapat meningkatkan penyerapan, termasuk penyerapan mineral.

Makanan apa saja yang mengandung zat besi? Sayuran hijau, daging, hati, tiram, ikan dan susu.

Jangan biasakan minum air dingin setelah makan !
(tidak hanya makanan yang mengandung zat besi).
Kenapa? Karena air dingin dapat membekukan makan yang berminyak atau berlemak. Lemak yang terbentuk di usus akan menyebabkan menyempitnya saluran pencernaan. Hal ini akan menimbulkan kegemukan.
Kebiasaan minum air dingin juga akan menyebabkan pembuluh darah di lambung seperti kaget dan mengerut (berkontraksi). Minum air dingin setelah makan makanan panas juga kurang baik untuk gigi. kondisi ekstrem panas dan dingin menyebabkan daya tahan kesehatan gigi menurun.

Oya Friend, minum air putih saat makan dapat meminimalkan keluarnya asam lambung. Akibatnya, lambung tidak dapat mencerna makanan dengan baik. Minum air putih memang dapat menyehatkan tubuh, tetapi tidak di anjurkan minum air putih disaat makan.
Minumlah air putih setelah makan, tentunya dengan jarak waktu beberapa menit !
(maksudnya, setelah makan jangan langsung minum !)
Sedikit tambahan, minum kopi setelah makan makanan berlemak menyebabkan gula darah naik dua kali lipat.

Label: , ,


0 Comment(s)

I AM GRUMPY TOAST.
23.30


♥ Owner



      Here I Am

      Facebook
      Twitter
      Tumblr
      Kidzworld
      Ask.fm
      Email


    • About Me

♥ My Notes



    Hiburan Agama Cerpen Pendidikan Puisi Dongeng Sahabat Kesehatan Internet Tips Pengalaman Detective Conan Harry Potter


    Archives

♥ Chat Box



    Tinggalkan pesan di sini, ya..!

♥ Thank you And Credit



  • Jasmne
  • Shabby Princess

    To
  • Owner Grumpy Toast
  • Makasih ya untuk skin yang keren dan simpel ini :D Maaf sebelumnya banyak kode yang aku ubah, soalnya ada yang gk sesuai menurut aku... Jadi ya, kodenya ada yang dihapus atau ditambahin XD Hehehe






    free hit counter